Rabu, 19 Oktober 2016

ExMed-I

IGUANAS

Oleh: Drh. S. Dharmojono

PENDAHULUAN

Iguana iguana adalah hewan yang hidup dipohon-pohon (tree living animal) dan aktif disiang hari (daylight active animal) atau disebut hewan diurnal. Alaminya habitat Iguana adalah ditempat diwilayah ketinggian kurang dari 3000 kaki didaerah tropis dan subtropics. Asal usulnya diperkirakan dari Meksiko sebelah utara sampai dengan ba gian tengah wilayah Amerika Selatan. Daerah yang paling disukainya adalah wilayah dengan banyak pepohonan dengan dibawahnya sungai-sungai yang mengalir

PENAMPILAN FISIK

Iguana mempunyai anggota tubuh (kaki dan tangan) yang pendek tetapi kuat dan dilengkapi dengan kuku yang kuat pula sebagai alat karena naluri Iguana senang memanjat dan menggali. Ekornya juga kuat dan panjang, ekor ini dapat mencapai panjang 6-6,5 kaki.
Ada lipatan kulit (dewlap skin) yang lebar seakan bergantung dari daerah tenggorokan, yang fungsinya membantu mengatur suhu tubuhnya. Iguana juga memiliki “jambul” (crest) yang nyata dan kuat tetapi lunak sepanjang garis tengah (midlines) mulai dari dasar kepala kebelakang leher sampai kepunggung. “Jambul” (crest) ini pada Iguana yang jantan kelihatan lebih panjang dan kuat dan mempunyai kepala yang besar dan kuat pula sebagai manifestasi dari jowls yang menggembung.
Iguana jantan akan bertumbuh lebih besar dan warna kulit tubuhnya lebih terang dibanding dengan yang betina. Warna tubuh Iguana jantan ini makin jelas dan nyata (distinct color) ketika sedang musim kawin.
Iguana baik jantan maupn betina mempunyai  sederetan 12-13 “lubang-lubang” (“pores”) seperti halnya gurita pada “tangan-tangan” nya yang sangat nyata tersusun kedalam sederetan disebelah bawah kedua pinggul/paha, karena itu disebut “femoral pores”. “Pores” ini berstrukturkan kelenjar yang mensekresi semacam bahan lilin (waxy substance) dimana Iguana menggunakannya sebagai pemberian tanda wilayahnya (area marking) dan identitas satu sama lainnya. Ketika Iguana jantan masak dewasa kelamin maka “femoral pores” tsb berkembang dan menonjol kearah keluar. Perkembangan “femoral pores” tsb dimaksudkan sebagai alat “penghisap” agar jantan Iguana lebih mampu memeluk betinanya dengan erat ketika melakukan aktivitas kawin.

KULIT IGUANAS

Seluruh kulit tubuh Iguanas diliputi oleh sisik kecil-kecil (tiny scales). Iguanas tidak dapat merubah warna kulitnya, sebagaimana kemam puan bunglon (chameleon), meskipun dibeberapa daerah kulit bila terekpose sinar matahari akan kelihatan lebih gelap. Iguanas muda berwarna hijau-kebiruan muda dengan “cincin-cincin” kulit lebih gelap pada bagian ekornya. Setelah dewasa warna kulitnya lebih gelap menyerupai warna tanah (earthy color) dengan loreng-loreng vertical yang lebih gelap warnanya dari tubuh sampai keekor.

INDERA IGUANAS

Indera penglihatan, pendengaran dan pembauannya sangat kuat. Didalam habitat aslinya, Iguanas cenderung lebih wary, cepat ber sembunyi atau melarikan diri bila ada tanda-tanda yang mem bahayakan keselamatannya. Iguanas adalah hewan pemanjat pohon yang terampil. Mereka senang sekali berayun-ayun didahan-dahan dan cabang pohon seharian apalagi bila dibawahnya ada air (sungai, danau, dll). Bila ada bahaya atau ketakutan Iguanas akan meloncat keair yang ada dibawahnya (kadang dari tempat yang cukup tinggi) dan berenang dengan cepat, dengan cara menangkupkan kedua kaki depannya ketubuh dan berenang dengan mengibaskan ekornya. Iguanas adalah perenang yang hebat. Iguanas juga mampu meloncat kedarat dari ketinggian dan lari menyembunyikan diri dengan cepat dan bila terpepet bahaya, Iguana akan mempertahankan dirinya dengan mempergunakan kuku, ekor dan gerahamnya untuk melawan bahaya. Oleh karena itu pecinta Iguanas terutama  kanak-kanak jangan sampai memperlakukan Iguanasnya dengan kasar atau gerak an yang mengejutkan.

MUSIM KAWIN

Didalam habitat aslinya, musim kawin Iguanas terjadi dalam bulan Januari-Februari setiap tahunnya. Setelah masa mengandung yang waktunya 2 bulan, betina Iguanas akan menggali lubang ditanah/pasir yang basah/lembab (moist), biasanya didekat akar pepohonan dan disitulah betina Iguanas meletakkan 25-45 butir telurnya. Dalam waktu 2 bulan telur-telur akan menetas. Bayi-bayi Iguanas berukuran 25-30 cm, jadi cukup panjang. Iguanas akan bertumbuh sekitar 15-24 cm setahun dan akan mencapai dewasa kelamin sekitar usia 3 tahun.
Karena dagingnya putih dan lembut dan kandungan aphrodisiaknya, maka Iguanas (di Amerika Tengah) banyak diburu orang untuk di makan termasuk telur-telurnya.

IGUANAS SEBAGAI HEWAN KESAYANGAN (PET IGUANAS)

Diet

Didalam habitat aslinya, terutama Iguanas muda, sejak menetas adalah herbivore, tetapi didalam habitatnya tsb, mereka banyak menjumpai serangga atau cacing, dll. Karena itu sebagai Iguana kesayangan jangan dilupakan memberikan makanan sumber protein hewani seperti tsb. Iguanas yang lebih dewasa memerlukan lebih banyak porsi hijau-hijauan. Iguanas muda harus diberi makan harian berupa 1 bagian protein hewani (ikan, daging, ayam, telur) dan 2 bagian hijauan (brokoli, bayam, alfalfa, beet, wortel, dll). Bahan makanan tsb harus dicacah sedemikian rupa dan dicampur sehingga Iguanas muda dapat memakannya. Untuk berhemat waktu dan kere-potan bahan-bahan makanan tsb dapat disiapkan untuk beberapa hari sekaligus dan disimpan dalam lemari es. Berikan Iguanas makanan sekali atau 2 kali sehari dan tambahkan vitamin-mineral. Sekali-sekali dapat diberikan makanan pellet anjing (dog food).
Iguana muda sangat cepat berkembang dan memerlukan Calcium untuk pertumbuhan skeletalnya, sehingga pemberian Ca suplementasi harus diperhatikan. Pada bahan makanan hijauan dapat pula di taburkan makanan untuk kelinci/marmot (rabbit pellets). Inilah cara termudah yang dapat dinasehatkan dan dilakukan oleh clients untuk memenuhi kebutuhan vitamin & mineral. Untuk memberi makan kepada Iguana yang kurang nafsu makan atau defisiensi vitamin & mineral dapat membeli kapsul kosong dan diisi dengan makanan (powder) kemudian digelontorkan (dengan alat piller untuk kucing) langsung kedalam mulut Iguana.
Iguana yang lebih tua dapat diberi makanan harian atau dijatah 2-3 kali seminggu dengan makanan berisi nutrisi-imbang. Sebagai sumber protein hewani Iguana dapat diberi jengkerik, cacing (mealworms) atau anak tikus (Bahasa Jawa: cindil), meskipun ada resiko terkena penyakit infeksi kalau hewan-hewan tsb membawa mikro-organisme.
Bahan tumbuhan (plant materials) seperti dandelions (daunan dan bunga-bungaan), bunga hisbiskus, mawar, nasturtium dapat pula diberikan sebagai selingan. Bahan-bahan yang disebut terakhir pada masa sekarang banyak dijual ditoko rempah, jamu-jamuan atau toko aroma terapi. Buah-buahan segar seperti papaya, berries, apel, pears, dll dapat sekali-sekali diberikan sebagai tambahan sumber vitamin & mineral.

INTESTINAL INOCULATION

Didalam habitat aslinya ternyata Iguana muda seringkali terlihat memakan feses Iguana induknya atau yang lebih tua. Kemudian hari diketahui bahwa feses Iguana yang senior adalah sumber mikro-organisme (bakteri dan protozoa) yang diperlukan Iguana muda dalam membantu proses pencernakan. Iguana yang baru dilahirkan tidak atau sedikit sekali mengandung mikro-organisme pencernakan dalam tubuhnya, itulah sebabnya secara instinktif Iguana muda mencari dan memakan feses yang lebih tua. Nah, Iguana yang dipelihara sebagai pet-animal sejak kecil kekurangan mikroba ini, sehingga kepada clients atau pemelihara harap diberitahukan persoalan ini agar yaitu agar memberikan mikroba asal feses Iguana yang tua kepada yang muda asal feses tsb bebas parasit atau bakteri penyakit yang lain. Memberikan mikroba dalam rangka membantu pencernakan Iguana muda disebut intestinal inoculation. Di Negara yang sudah maju, klinik hewan banyak yang sudah menyediakan mikroba jenis ini dan dapat membantu melakukan intestinal inoculation.

MASALAH HYGIENE

Setelah perihal nutrisi, hal lain yang penting adalah sanitasi dan hygiene. Kandang yang kotor, lembab, kurang ventilasi dan sinar matahari menyebabkan kondisi sanitasi dan hygiene rendah kwalitasnya, karena bakteri, jamur dll siap menyerang Iguana anda. Seperti diketahui habitat asli Iguana adalah sangat luas tidak sampai sisa makanan, feses, dll tertumpuk, tetapi dikandang hal itu sangat mungkin. Pemelihara diwajibkan membersihkan kandang Iguana dari sisa makanan, feses, air minum, dll setiap hari.
Seyogyanya alas kandang Iguana dialasi dengan kertas Koran atau kertas butcher. Tissue (paper towel) baik juga untuk alas kandang untuk keperluan itu. Alas kandang dapat pula diberikan krikil, bonggol jagung yang dihancurkan, tahi kayu gergaji, pasir, pasir-kucing, dll bahan yang menyerap air agar lantai kandang selalu kering, tetapi bahan-bahan tsb seperlunya saja karena bila tercampur dengan makanan, Iguana dapat memakan bahan tersebut yang bisa menjadi masalah penyumbatan alat pencernakannya (intestinal impaction) dikemudian hari. Keadaan lembab (misalnya sisa hijauan, feses, urine) dan kandang yang sempit, memaksa Iguana tidur diatasnya dan kulit menjadi rawan dermatosis. Periksa agar kandang selalu bersih dan kering, oleh karena itu membuat kandang Iguana harus sedemikian rupa sehingga mudah dibersihkan. Kandang yang sulit dibersihkan mendorong pemelihara malas untuk membersihkannya. Untuk mem buat kandang utamakan kebersihan dari pada keindahnnya.
Untuk membersihan kandang dengan bahan antiseptika hati-hati, jangan memakai bahan yang mengandiung PineSol atau Lysol.

RASA AMAN TIDAK TERGANGGU

Iguana (juga mahluk hidup apapun) memerlukan waktu-waktu tenang damai dan aman, demikian pula Iguana suatu saat ingin tidak di-ganggu atau terganggu. Oleh karena itu sediakan dalam kandangnya tempat sembunyian yang tidak dapat dilihat (visual security). Roll bekas kertas towel atau pipa pralon yang cukup besarnya dapat dipakai untuk keperluan ini. Pepohonan (atau tanaman artificial) bagus sekali kalau ada didalam kandang (jadi kandang mesti besar dan luas untuk menanam pohon dimaksud), apalagi Iguana senang sekali memanjat pohonan. Tanaman artifisial yang dibuat dari bahan sutera (silk artificial plants) bagus untuk keperluan ini karena lembut dan mudah dibersihkan dan tahan terhadap bahan desinfektansia.

SUMBER PENGHANGAT

Bangsa reptile, jadi demikianlah Iguanas), memerlukan lingkungan yang hangat untuk memacu metabolisme, aktivitas dan mem-pertahankan suhu badan. Iguana memerlukan suhu lingkungan antara 85-103oF. Dialam habitatnya seringkali terlihat Iguana berbaring diatas batu (terutama batuan disungai) ketika ada sinar matahari. Berilah fasilitas untuk itu didalam kandangnya. Kandang Iguana yang besar dan luas dapat dilengkapi dengan bantal-penghangat (heating pad), asalkan bantal penghangat tsb berfungsi baik. Kepanasan dapat membakar kulitnya.

SINAR MATAHARI ATAU ARTIFISIALNYA

Iguana (atau umumnya pet animal) yang dipelihara didalam rumah/ruangan (indoor) seringkali kekurangan sinar matahari langsung terutama sinar Ultra Violet (UV). Untuk menyerap mineral (Ca) oleh tubuh diperlukan jasa UV ini. Itulah sebabnya membuat kan dang Iguana upayakan tempatnya sedemikian rupa sehingga sinar matahari (UV) langsung dapat masuk, hanya saja perlu diingat bahwa panas matahari juga ada batasnya jangan sampai membuat Iguana kelengar matahari (heat stroke).
Sebagai alternative sinar matahari langsung, sekarang sudah dibuat sinar UV artificial seperti lampu vitalite. Bila lampu UV artificial macam ini dipakai maka jangan menempatkan kaca atau plastic antara sumber sinar tsb dengan Iguana.
Lama mendapat sinar UV tsb antara 10-12 jam sehari, tapi bila cuaca gelap (mendung) diperpanjang antara 12-14 jam sehari.

AIR

Ada beberapa cara penyediaan air untuk Iguanas. Wadah yang terbuat dari keramik yang cukup besar dan lebar dapat dipakai untuk me-nampung air minum sekaligus untuk mandinya. Atau dengan me-nyemprotkan air kepada tanaman artificial dikandangnya sekaligus dapat dimanfaatkan oleh Iguana. Bak mandi merupakan tempat re-kreasi sekaligus menampung air bagi Iguana, seperti diketahui bahwa Iguana senang sekali mandi dan berenang-renang diair atau berendam diri sebagian badannya didalam air. Air haruslah hangat, seperti halnya air untuk berendam manusia. Iguana juga senang diajak berenang-renang di swimming pole (chlorinated water) asal sehabis mandi/berenang tsb Iguana dibilas dengan air bersih.

TEMAN PASANGAN

Iguana tidak perlu diberi teman untuk pasangan, karena Iguana bukanlah mahluk social (hidup bergerombol) melainkan mahluk soliter bahkan mahluk yang sangat menjaga wilayahnya. Jadi bila diberi teman, justru merangsang agresivitas dan perkelaian.

PENYAKIT-PENYAKIT IGUANAS

Metabolic Bone Disease (MBD) atau Fibrous Osteodystrophy :

Penyakit pada hewan piaraan umumnya menyangkut nutrisi, karena ketidak tahuan pemeliharanya. Disinilah peran Dokter Hewan praktisi untuk memberi petunjuk-petunjuk (client education) kepada clientnya.
Seperti diketahui bahwa hewan piara apalagi didalam kurungan atau kandang, sudah tidak lagi memiliki “struggle for life”. Seluruh hidup nya sudah bergantung kepada pemeliharanya. Makanan seluruhnya bergantung kepada apa yang diberikan,  apabila pemeliharanya tidak mengetahui bagaimana jenis dan bahan makanannya dan  cara memberikannya, maka malnutrisilah jadinya, karena itu malnutrisi menjadi penyakit utama umumnya hewan piara. Umumnya penjual hewan bukanlah professional, mereka adalah sell-oriented, suka menggampangkan soal makanan supaya calon pembeli tertarik karena mudah pemeliharaannya. Banyak sekali dihadapi oleh Dokter Hewan praktisi, bahwa pemelihara hewan (apalagi hewan eksotik) yang buta pengetahuan soal hewan peliharaannya, hanya percaya saja kepada penjual yang bukan professional.
MBD merupakan penyakit umum pet-animal karena ketidak tahuan pemelihara. MBD disebabkan kekurangan mineral Ca dan kurangnya terekpose sinar matahari (UV) sehingga defisiensi vitamin-D3 pula.
Gejala MBD meliputi kelemahan umum, kebengkakan sendi terutama kebengkakan geraham bawah (swollen lower jaw) sehingga susah makan. Kebengkakan juga terlihat pada kaki-kaki dan ekornya, tetapi soal nafsu makan, dll seringkali tidak berubah sehingga pemilik biasanya tidak menganggap kebengkakan-kebengkakan tsb hal yang luar-biasa, setelah tidak mampu berjalan, tak mampu bergerak, tulang belakang dan ekornya bengkok atau fraktura, atau salah bentuk (deformed) barulah dikonsultasikan, sehingga tentu saja hal itu sudah terlambat.
Iguanas penderita MBD memerlukan perlakuan profesi yang kom-peten. Kadang ada Iguana yang hanya menyenangi dan mau makan sesuatu macam makanan saja misalnya lettuce. Dalam hal demikian dinasehatkan agar di lettuce tsb ditaburkan vitamin & mineral se-cukupnya. Kalau Iguana cukup besar sekiranya dapat menelan kapsul, maka paling safe adalah memberikan kapsul berisi vitamin & mineral per-os langsung.
Ada Iguana yang hanya menyukai sesuatu sayur/buah misalnya lettuce. Menghadapi perilaku demikian kalau diberikan sayur/buah lain yang mirip, biasanya Iguana mau, misalnya dicampur dulu dengan bayam, beet hijau, maka Iguana akan memakan bahan makanan semuanya itu. Kemudian bila sampai ketaraf itu, mulailah memberikan bahan makanan yang lebih bernutrisi makin banyak, sedangkan yang kurang bergizi sedikit demi sedikit dikurangi. Iguana penderita MBD harus dengan segala akal dan taktik agar mau mengkonsumsi ber-bagai bahan makanan yang bervariasi.

Paralyse kaki belakang

Defisiensi vitamin B-1 dapat menyebabkan paralyse kaki belakang dan ekor. Tentu saja cara mengatasinya adalah dengan perbaikan gizi dan suntikan vitamin B-1. Suplementasi vitamin & mineral sangat penting dianjurkan. Paralyse kaki dan ekor mungkin juga karena osteoporosis alias defisiensi mineral Ca, seperti halnya kejadian Osteodystrophy, dapat terjadi didalam spinal column atau skeletal lainnya. Terapi dapat dilakukan dengan memberikan suntikan Ca.

Kelecetan pada hidung

Iguana adalah hewan yang bebas. Keinginan membebaskan diri sering terbentur kepada dinding kandang. Dinding kadang dibuat dari kawat, fiber, kaca, triplek dll. Karena seringnya berusaha membebaskan diri maka hidung seringkali terbentur kandang yang lama kelamaan menjadi abrasi. Jadi nose abrasions sebenarnya akibat trauma fisik yang dikemudian bisa saja terinfeksi atau menjadi malformasi.
Cara mengatasinya tidak lain dengan cara mencegah, dalam hal ini agar Iguana tidak selalu mencoba melepaskan diri. Caranya adalah memberikan lingkungan dan habitat sealami mungkin dan janganlah kandang terlalu sempit sehingga Iguana tidak krasan tinggal di-dalamnya.

Luka karena panas (Thermal injuries)

Kadang kandang dilengkapi dengan lampu untuk penghangat, tetapi lampu tersebut tidak dilindungi, sehingga Iguana seringkali menyen-tuhnya. Tersentuhnya tubuh Iguana dapat dibagian mana saja seperti hidung, ekor, kaki perut, punggung, dll. Oleh karena itu lampu peng-hangat harus dibungkus dengan bahan yang bukan penghantar panas.

Infeksi oleh mikroorganisme

Blister Disease

Penyakit infeksi seringkali disebabkan karena buruknya sanitasi dan hygiene, sehingga kandang kotor, lembab, kandang rusak, dll. Kondisi seperti itu menyebabkan terjadinya penyakit blister (blister disease), terutama dibagian ventral tubuh karena seringnya kontak dengan kotoran (sumber infeksi). Terapinya harus diberikan antibiotika baik per-os ataupun per-injeksio.

Gangrene ekor dan kuku

Adanya gangrene pada ekor dan atau kuku merupakan indikasi adanya infeksi. Gangrene pada ekor ini umumnya oleh karena trauma fisik, misalnya ketika Iguanas sekonyong-konyong menjumpai bahaya atau terkejut atau karena perlakuan yang tidak baik/menyakitkan dan Iguana melawan dengan memecutkan ekornya dan kebetulan terluka. Seperti diketahui ekor Iguana relative sangat panjang, kurang lentur dan bergerak luwes seperti halnya ekor bangsa reptile lainnya se-hingga ekor Iguana sering menjadi masalah. Gangrene kering pada ekor biasanya merembet dimulai dari ujung ekor kemudian kearah tubuh. Kondisi ini seringkali secara simultan terjadi pula pada kuku dan jari-jari.
Kuku pada Iguana merupakan jaringan yang sangat mudah terluka, terutama bila kondisi dan bahan yang dipakai untuk kandang adalah kawat berlobang-lobang (kawat burung). Kuku sering terperosok diantara kawat-kawat dan terluka, fraktur atau dislokasi. Berhati-hatilah manakala menangkap dan mengeluarkan Iguana dari kandang dimana kuku-kukunya masih mencekeram kuat kawat kandang.
Cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki sanitasi & hygiene dan pemberian antibiotika.

Mouth rot (Pembusukan pada mulut)

Kondisi umum yang buruk disertai malnutrisi dapat menyebabkan infeksi pada mulut yang kemudian menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan (nekrosis) mulut. Tentu saja Iguana tidak mau makan (karena nyeri). Terlihat adanya kebengkakan, radang bernanah dimulutnya, air liur berlebihan dan kesulitan mekanisme makan.
Cara mengatasinya adalah perbaikan managemen kandang barangkali terlalu sempit, pengap. Berikan nutrisi yang kualitas dan kuantitasnya baik. Pengobatan dilakukan dengan force-feeding ditambah supple mentasi vitamin & mineral dan pemberian antibiotika.

Abses

Infeksi bacteria dapat ngendon dijaringan mana saja dibeberapa tempat dan menyebabkan terjadinya abses. Patut diingatkan bahwa nanah pada reptilia umumnya tidak cair melainkan kental dan padat seperti kiju dan konsistensinya seperti karet (kenyal).
Penanganan abses melalui insisi dan membersihkan semua kiju-nanah dan menghilangkan jaringan nekrosis. Luka kemudian dicuci dengan antiseptika dan diberikan antibiotika. Tergantung kepada besar-kecil-nya insisi, maka luka memerlukan jahitan atau tidak perlu.

Parasit

Iguana juga sering dihinggapi parasit, baik ektoparasit (misalnya jamur, mites, dll) maupun endoparasit (protozoa, cacing, dll). Iguana juga, tidak mengherankan bila mereka menderita penyakit parasit-darah misalnya: malaria

Infeksi Virus

Sepanjang waktu ini belum banyak penelitian mengenai infeksi virus pada bangsa reptiles, sehingga sedikit sekali pengetahuan mengenai virus yang sering menginfeksi bangsa Iguanas.

Kegagalan fungsi Organ

Semua penyakit yang diderita seperti infeksi bacterial, protozoa, jamur,dll kemudian malnutrisi dalam jangka lama dan usia tua tentu saja dapat mengakibatkan gagal fungsi kepada organ dalam. Untuk mengevaluasi kondisi ini diperlukan pemeriksaan dan analisa labora-torium terhadap sample darah, feses, dll. Terapi dilakukan setelah ditegakkan diagnosis yang benar.

Batu Kandung Kemih

Mineral tertentu dapat mengendap dan mengkristal (precipitation) didalam kandung kemih dan terbentuklah batu didalam kandung kemih tsb. Gejala klinik tergantung kepada tingkat kondisi dari tanpa gejala karena batu sangat kecil dan hanya terapung-apung saja di dalam kandung kemih, atau batu tajam apalagi besar didalam ureter sehingga menimbulkan sumbatan yang berakitat kesulitan urinasi atau urine berdarah. Iguana memperlihatkan kegelisahahan.
Untuk menegakkan diagnosis diperlukan bantuan radiology dan tindakannya adalah melalui perasat bedah dengan mengeluarkan batu tsb melalui abdominal surgery

Telur yang saling lengket

Bila telur terlalu banyak atau besar dan lengket satu dengan lainnya, karena kulit telur (cangkang) nya tidak sehat, maka Iguanas tidak mampu mengeluarkan telur-telur tsb. Telur tidak normal ini umumnya karena malnutrisi (terutama mineral Ca) menyebabkan telur tidak normal misalnya malformasi atau mumifikasi.
Untuk menegakan diagnosis diperlukan bantuan radiology dan peng-ambilan telur-telur tsb secara manual atau melalui perasat bedah.
 

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar